Museum Sangiran Sragen Mulai Terima Pengunjung Sabtu

Museum Sangiran Sragen

BERKUNJUNG: Wisatawan mengunjungi Museum Sangiran, beberapa waktu lalu. (MUKHTARUL HAFIDH/LINGKAR JATENG)

SRAGEN, Lingkarjateng.co.id – Museum Sangiran Sragen mulai simulasi sebagai langkah untuk menerima kunjungan wisatawan kembali setelah setahun tutup akibat pandemi Covid-19. Pemberlakuan pembatasan pengunjung untuk menghindari kerumunan.

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPMSP) Sangiran Dody Wiranto menyampaikan, gelar simulasi pembukaan museum Selasa (6/4). Kegiatan itu akan menerangkan soal alur bagi wisatawan saat masuk ke museum.

“Nanti pengunjung akan dapat petunjuk tempat mana saja yang bisa masyarakat kunjungi di dalam museum. Pada Kamis (8/4) akan ada sosialisasi ke masyarakat luas terkait dengan pembukaan objek wisata Museum Sangiran.  Agar lebih  menarik, saat sosialisasi pengunjung akan dapat souvenir,” terangnya. 

Baca Juga :
Wacanakan Pendirian Pasar Batik Lasem

Saat sosialisasi, pedagang di sekitar Museum Sangiran juga akan mendapatkan edukasi berkaitan dengan protokol kesehatan (Prokes). Terutama saat melayani wisatawan yang membeli barang dagangan. 

“Sabtu (10/4), Museum Sangiran akan kembali beroperasi, namun jumlah pengunjung akan ada pembatasan per harinya. Kami hanya menerima 100 pengunjung saja,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen Yusep Wahyudi menyampaikan, Museum Sangiran menjadi pilot project untuk pembukaan tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah. Setelah pembukaan museum purbakala, pihaknya akan membuka destinasi lain seperti Bayanan.

”Misal ada satu bus, dibagi 10 orang dulu dengan dipandu tour guide. Sekitar 30 menit baru gantian kelompok lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :
Refocusing Anggaran Covid-19 Masih Menjadi Fokus Pemkab Grobogan

Kegiatan pariwisata di Museum Sangiran akan menjadi tolak ukur. Jika pelaksanaan di Sangiran sudah bagus dan berhasil, baru susul wisata yang lain. Sedangkan makam pangeran Samudro di Gunung Kemukus tidak pernah tutup meski pandemi Covid-19.

”Karena disana wisata ziarah ya tidak banyak. Apalagi saat ini sedang ada pembangunan. Berpengaruh juga pada yang berziarah,” tandasnya. (fid/dha)

Exit mobile version