NU Pati Dukung Pembongkaran Lokalisasi LI

  • Bagikan
FOTO: Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim. (ISTIMEWA/LINGKARJATENG.CO.ID)
FOTO: Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim. (ISTIMEWA/LINGKARJATENG.CO.ID)

PATI, Lingkarjateng.co.id – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Nahdlatul Ulama apresiasi Pemerintah Kabupaten Pati, terkait kebijakan penutupan lokalisasi Lorok Indah (LI) di wilayah Kecamatan Margorejo.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim menyebut, pihak NU Pati beserta Badan Otonom (Banom), telah menyatakan sikap yang lebih tegas untuk mendukung penuh langkah pemerintah dalam menutup bisnis-bisnis prostitusi di Kabupaten Pati.

“Pengurus Cabang NU beserta Banom mendukung penuh upaya-upaya pemerintah Kabupaten Pati dalam rangka melakukan penutupan praktek-praktek dan usaha-usaha prostitusi di Kabupaten Pati,” ujar Kiai Yusuf.

Selain itu pihaknya mencoba mengajak para pelaku bisnis prostitusi untuk beralih ke objek bisnis lain yang mendukung program pemerintah dan tentunya lebih baik.

Karena, menurut Kiai Yusuf, di luar sana masih banyak cabang-cabang usaha untuk mencari rezeki yang halal dan berkah.

Baca juga:

Gowes Merdeka, Tingkatkan Imun Di tengah Pandemi

Tutup Permanen LI

Dalam pemberitaan sebelumnya, pasukan gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi lokalisasi Lorok Indah alias Lorong Indah, Kamis (19/8/21) sore.

Pada kesempatan tersebut Bupati Pati, Haryanto merencanakan penutupan permanen untuk sejumlah prostitusi yang ada di Pati.

“Ya sifatnya permanen. Tidak ada sifatanya penutupan yang sifatnya tidak permanen. Karena apa, sudah saya sampaikan kalau ini di biarkan nanti malah pembiaran justru bisa jadi tempat lorong indah ini bisa pusat wisata malam,” ujar Bupati.

Bupati sendiri mengatakan penutupan dan pembongkaran ini guna mengembalikan fungsi lahan yang sekarang di gunakan sebagai tempat prostitusi tersebut.

Lahan tersebut semestinya digunakan sebagai lahan hijau, namun kini didapati sejumlah bangunan permanen yang tidak jelas sertifikatnya.

Baca juga:
‘Aku Sedulurmu’, Polres Sragen Berikan Santunan Pendidikan Anak Yatim Piatu

Penulis: cr4/lam/Koran Lingkar Jateng

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *