ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Pertumbuhan IHPR di Jateng Melambat

Screenshot_20210902-043433_Gallery

SEMARANG, Lingkarjateng.co.id - Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di Jawa Tengah (Jateng) pada triwulan II 2021 tak mengalami peningkatan yang signifikan.

Angkanya masih berada di 0,83 persen (yoy). Jumlah itu relatif sama dengan triwulan sebelumnya yakni 0,80 persen (yoy).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso pada Rabu (1/9/21).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280


"Berdasarkan tipenya, pertumbuhan harga properti tipe menengah dan besar mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya. Untuk tipe menengah sebelumnya 0,57 persen (yoy) menjadi 0,56 persen (yoy). Untuk tipe besar sebelumnya 0,61 (yoy) persen menjadi 0,56 persen (yoy)," ujarnya.


Kendati demikian, peningkatan harga terjadi pada rumah tipe kecil. Sebelumnya di angka 1,24 persen kemudian naik menjadi 1,37 persen (yoy).

Peningkatan harga yang terjadi relatif terbatas karena pertumbuhan penjualan properti residensial terhambat pandemi Covid-19.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Perkirakan IPHR Alami Penurunan


Ia memprakirakan pertumbuhan IHPR pada triwulan III juga mengalami penurunan dibandingkan triwulan II.

Seluruh tipe rumah diperkirakan mengalami perlambatan baik tipe kecil, menengah, maupun sedang.


"Hal ini tercermin dari perkiraan pertumbuhan IHPR pada triwulan III lebih rendah dibandingkan dengan realisasi triwulan II," imbuhnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280


Lebih lanjut, Pribadi menjelaskan tinjauan dari segi pembiayaan. Posisi KPR pada triwulan II yang disalurkan Bank Umum di Jawa Tengah meningkat dibandingkan triwulan I. Jumlahnya dari Rp 24,64 triliun menjadi Rp 25,13 triliun.


"Penyaluran KPR pada triwulan laporan tumbuh sebesar 4,62 persen (yoy). Meningkat dari triwulan I 2021 sebesar 2,21 persen (yoy)," jelasnya.


Sementara terkait kualitas KPR, lanjutnya, mengalami sedikit peningkatan. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sebelumnya NPL pada triwulan I tercatat sebesar 1,94 persen (yoy). Angkanya naik menjadi 2,18 persen (yoy) pada triwulan II.

Penulis: nda/pal/Koran Lingkar Jateng

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu